Dunia kini mengalami permasalahan yang sama akibat dari perubahan gaya hidup masyarakat. Mulai dari perubahan perilaku seperti merokok, minum minuman beralkohol, makan makanan siap saji, sampai menghilangkan kebiasaan hidup sehat. Perubahan gaya hidup tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung. Data statistik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 1992 persentase penderita serangan jantung adalah 16,5% dari seluruh penduduk di Indonesia, dan pada tahun 2000 melonjak menjadi 26,4%. Meski menjadi pembunuh utama, tetapi masih sedikit sekali orang yang tahu tentang serangan jantung ini. Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan jantung adalah dengan mengenali gejala serangan jantung sedini mungkin. Berikut ini adalah penjelasannya.
Apa Itu Serangan Jantung?
Serangan jantung adalah keadaan dimana terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung secara tiba-tiba, yang menyebabkan otot jantung mati karena kekurangan oksigen. Serangan jantung terjadi karena terdapat sumbatan pada arteri koroner (serabut pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi ke otot jantung) sehingga menyebabkan terputusnya aliran darah ke jantung. Jika hal ini berlangsung lebih dari beberapa menit, maka jaringan jantung akan mati. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian mendadak. Penyakit akibat serangan jantung ini disebut juga dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK).
Kenali Gejala Serangan Jantung
1. Nyeri di dada
Rasa tidak nyaman atau sakit di dada yang terasa seperti terjepit, ditekan, diperas, atau sesak. Rasa ini bertahan lebih dari beberapa menit di pusat dada serta terkadang akan hilang dan muncul kembali.
2. Keringat dingin
Munculnya keringat berlebih ketika sedang tidak beraktifitas bisa menjadi gejala awal masalah pada jantung. Hal ini terjadi karena tubuh bekerja keras memompa darah melewati sumbatan di koroner sehingga tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak untuk menjaga temperatur tubuh.
3. Mual dan muntah
Keluhan serangan jantung biasanya disertai rasa mual dan muntah. Kejadian ini sering disalahartikan sebagai masuk angin.
4. Cepat merasa kelelahan
Rasa lelah yang berlebihan adalah tanda yang coba dikirimkan tubuh agar Anda segera beristirahat. Namun, gejala ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung yang diakibatkan oleh kerja jantung yang berlebihan secara terus-menerus
5. Nyeri seluruh tubuh
Rasa nyeri pada seluruh tubuh sering dialami oleh orang yang pernah mengalami serangan jantung. Rasa nyeri ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti atas perut, tangan bagian kiri, pundak, punggung, gigi dan rahang.
6. Sakit pada bagian perut
Rasa sakit di bagian perut dan rasa panas di ulu hati. Rasa sakit inilah yang sering membuat orang menganggap serangan jantung sebagai gangguan pencernaan.
7. Sering terengah-engah
Hal tersebut karena jantung tidak mampu memompa darah untuk menyuplai oksigen ke seluruh tubuh.
Saat Diri Sendiri Atau Orang Lain Terkena Serangan Jantung
1. Hubungi nomer gawat darurat rumah sakit terdekat dengan segera. Jangan biarkan gejala serangan jantung lebih dari 5 menit. Segera miliki nomer gawat darurat rumah sakit terdekat yang bisa dihubungi mulai dari sekarang.
2. Bila anda mengalami gejala serangan jantung segeralah ke dokter untuk meminta resep obat.
3. Pelajari cara memberikan pernapasan buatan (CPR = cardiopulmonary resuscitation).
Jika tidak segera mendapatkan pertolongan, orang yang jantungnya berdetak tidak beraturan dan mulai kehilangan kesadarannya hanya mempunyai waktu 10 detik sebelum tidak sadarkan diri. Tetapi, kita bisa menolong diri sendiri. Cara yang dapat dilakukan antara lain:
1. Menarik napas dalam-dalam
2. Membuat batuk berulang-ulang dengan sekuat tenaga sepanjang mungkin, seperti kalau kita akan membuang dahak yang menyumbat di dada.
3. Mengulang langkah diatas setiap 2 detik sampai bantuan tiba atau sampai detak jantung terasa normal kembali.
Dengan menarik napas dalam-dalam, oksigen akan masuk ke dalam paru-paru. Sedangkan gerakan dada akibat batuk akan menekan jantung dan membuat darah tetap bersirkulasi. Tekanan pada jantung juga akan membuat organ tersebut kembali berdenyut dengan normal. Dengan demikian korban serangan jantung bisa sampai ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan medis.
6 Tips Mencegah Serangan Jantung
1. Kendalikan stress
Sedapat mungkin kendalikan stres Anda ke tingkat yang paling minimum. Stres yang berlebih dapat meningkatkan tekanan darah Anda.
2. Berhenti merokok
Merokok dapat menyebabkan kelenturan pembuluh darah berkurang sehingga membuat pembuluh darah menjadi keras yang memicu penyakit jantung.
3. Perhatikan Keturunan
Seseorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Segera kenali keturunan Anda dan tetap jaga pola hidup sehat.
4. Berolahraga secara teratur
Olahraga secara teratur dapat membakar lemak yang berpotensi menyebabkan serangan jantung sekaligus mengurangi berat badan Anda.
5. Lakukan chek-up dari sekarang
Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting karena biasanya faktor risiko serangan jantung seperti kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala pada awalnya.
6. Konsumsi makanan yang sehat
Kurangi menyantap makanan yang digoreng dan banyak mengandung lemak, lebih baik dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Selain itu, perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan untuk menjaga kesehatan Anda.
Tahukah Anda
WHO menyebutkan serangan jantung mendadak masih menjadi pembunuh manusia nomor satu dengan menyumbang 60% dari seluruh kematian (lifestyle.okezone.com).
Referensi:
http://www.blogsehat.com
http://www.hdindonesia.com/info-kesehatan/serangan-jantung
http://bio-fir.info
Dikutip dari Buletin Gerakan Sehat Bersama Edisi 3 /th 4/ Mei / 11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar